Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-28 06:56:10【Resep Pembaca】784 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(2)
Sebelumnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Selanjutnya: Kemen PKP sebut pelaku UMKM salon hingga bengkel bisa manfaatkan KPP
Artikel Terkait
- Tips aman dan nyaman menonton konser
- Dokter tegaskan pentingnya pencegahan osteoporosis sejak dini
- Ditjenpas pastikan Lapas Gunung Sitoli telah kondusif pascaricuh
- Anggota DPRD Jabar: Pengawasan Program MBG harus diperketat
- Korban kebakaran di Matraman masih mengungsi di tenda darurat
- Lapas Narkotika Jakarta gagalkan penyelundupan sabu lewat ayam kecap
- Lapas Narkotika Jakarta gagalkan penyelundupan sabu lewat ayam kecap
- Ngak hanya segar, 10 buah ini efektif cegah dehidrasi saat cuaca panas
- Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah
- SPPG Polda Kalteng salurkan MBG pertama bagi 1.000 penerima manfaat
Resep Populer
Rekomendasi

Pemkot Bandung salurkan bantuan bagi warga terdampak puting beliung

Pemkab Cirebon targetkan dapur MBG miliki SLHS pada akhir Oktober 2025

Ade Rai ingatkan masyarakat agar peduli kesehatan sebelum sakit

Makanan olahan sebabkan 121 orang keracunan di Buryatia

Badan Gizi Nasional tekankan kebersihan MBG cegah keracunan pada anak

BNPB salurkan bantuan logistik pascabanjir untuk warga Aceh Jaya

Ibu Negara Brasil bagikan indikator penting untuk nilai kesuksesan MBG

Dinkes: 83 SPPG di Tangerang mendaftar penerbitan SLHS MBG