Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-07 12:09:25【Resep Pembaca】784 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Dad

Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini ngak ada laporan kasus keracunan pada penerima manfaat Program Makanan Bergizi (MBG) untuk kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Dadi Ahmad Roswandi menyebut penerima manfaat Program MBG pada kelompok tersebut telah mencapai 215.057 orang selama satu tahun pelaksanaan.
"Di Jawa Barat sejauh ini belum ada. Kemarin yang sempat bermasalah itu hanya di sekolah-sekolah, tapi kami sudah deteksi, dan Alhamdulillah di Jawa Barat ngak ada,” kata Dadi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Kemendukbangga kembangkan pemantauan MBG pada kelompok 3B
Dadi menjelaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga ahli yang memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
“Di SPPG itu ada kepala SPPG dan ahli-ahli gizinya. Kami percaya bahwa para ahli gizi sudah memenuhi standar, apalagi sekarang ada satgas dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Jadi kami yakin dan percaya bahwa apa yang disajikan kepada ibu hamil sudah memenuhi kaidah-kaidah kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan BKKBN Jabar telah menyiapkan mekanisme tanggap cepat apabila terjadi kasus keracunan terhadap kelompok 3B.
Baca juga: Kemendukbangga berikan insentif kader distribusikan MBG
“Nah, kita kan punya satgas, punya helpdesk, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang rumahnya ngak jauh dari sasaran. Jadi kalau ada kejadian seperti itu, kita bisa cepat bergerak,” ucap Dadi.
Dadi berharap dengan adanya Program MBG yang menyasar elompok 3B dapat menjadi harapan terjadi penurunan signifikan terhadap prevalensi stunting di Jawa Barat.
“Kami berharap angka stunting berkat Program MBG dapat mencapai 14 persen dari angka saat ini yang masih di angka 15,9 persen,” katanya.
Baca juga: DPR RI: Program MBG kelompok 3B perlu diperkuat untuk cegah stunting
Suka(767)
Artikel Terkait
- Warga Taiwan Berbondong
- Pedagang pasar Legi Parakan gelar kirab seratus tumpeng
- Resep roti tawar rasa kopi ala Roti O, cocok untuk sarapan dan ngopi
- Berbagai produk terbaru debut di ajang CIIE kedelapan di Shanghai
- Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia
- KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat
- Komnas HAM pantau masalah MBG, ingatkan pangan
- Ahli Ekologi Hewan: NTB jadi daerah penting bagi migrasi burung dunia
- Siasat bersihkan rumah terdampak banjir dari kuman penyebab penyakit
- Jepang lanjutkan ekspor makanan laut ke China setelah larangan dicabut
Resep Populer
Rekomendasi

Stafsus: MBG

Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang

Asuransi Jasindo Bangun Akses Pendidikan dan Kesehatan di Pedalaman Mentawai

Menlu Belanda harap rencana Trump permudah akses bantuan ke Gaza

UMKM binaan Pertamina raup Rp250 juta di ajang MotoGP Mandalika

Pemkot Bandung salurkan bantuan bagi warga terdampak puting beliung

UMKM binaan Pertamina raup Rp250 juta di ajang MotoGP Mandalika

Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot